BERITAJABAR JUARA

Produk Pesantren Jabar Tembus Pasar Dunia

Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hari ini melepas ekspor produk hasil pesantren di halaman Gedung Sate Bandung. “Ada salak, manggis, rambutan, dan yang paling istimewa serta mulai disukai masyarakat Dubai adalah jengkol’, sambut Ridwan Kamil pada Senin 13 Desember. Di luar panen hasil santri-santri pesantren tadi ada produk fashion seperti peci, sajadah, baju koko, mukena, dan lain-lain.

Ridwan Kamil mengatakan, yang menarik dari ekspor ini adalah adanya jengkol yang masuk dalam daftar (list) yang mulai digemari masyarakat dunia. “Dengan semangat menjengkolkan masyarakat, dan memasyarakatkan jengkol ke seluruh dunia kita ekspor ke Dubai,” kata dia. Ia mengaku ekspor yang pelepasannya hari ini merupakan hasil lobi pada saat menghadiri Dubai Expo beberapa waktu lalu. “Hasil lobi-lobi yang kami lakukan saat Dubai Expo. Ingat kan saya ke Dubai, kemarin bertemu dengan pengusaha, dengan distributor pangan. Gak ada pangan dari Jawa Barat,” kata dia.

Baca Juga   Jabar Siapkan 15.000 Rapid Test Antigen untuk Destinasi Wisata

Kang Emil ini pun menambahkan bahwa ekspor yang pelepasannya hari ini merupakan bagian dari program One Pesantren One Product (OPOP) yang penggagasnya pemerintah Jawa Barat. “Program OPOP yang dulu nyaris tidak terdengar, sekarang kita dorong sudah ribuan pesantren yang kita bantu. Yang terbaik naik kelas. Jualannya tidak hanya di lingkungan kabupaten, provinsi, atau nusantara, tapi kita bantu ke luar negeri,” kata dia.Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Dinas KUK) Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji yang turut mendampingi Gubernur mengatakan, melalui program One Pesantren One Product (OPOP) pesantren menjadi lebih berdaya. Pengiriman ekspor produk pesantren binaan OPOP ini pun merupakan yang pertama kalinya.

Baca Juga   KABAR DUKA: Wali Kota Bandung, Mang Oded Tutup Usia

Dalam ekspor kali ini, Kopontren Al-Ittifaq mengirim manggis sebanyak 600 kg, rambutan 300 kg, salah 200 kg, jengkol 50 kg. Kemudian Kopontren Daarut Tauhid yang mengirimkan produk berupa sarung, mukena, peci, kopiah dan baju anak.

Masih terkait soal ekspor, pria yang akrba dengan sapaan Tutus menambahkan, sejak 2019 sudah ada produk dari lima pesantren yang menjadi model percontohan OPOP yang mengikuti Halal Expo 2019 di Istanbul Turki.

Kehadiran pesantren di ajang internasional tersebut menjadi pusat perhatian karena produk dan model bisnis di pesantren. Lalu pada 2021, Pesantren Daarut Tauhid turut mengikuti Dubai Expo 2021 dengan membawa katalog dan produk pesantren OPOP 2019 dan 2020. Memasarkan dan mempresentasikan produk pesantren di hadapan KJRI Dubai, ITPC Dubai dan calon pembeli. Hasilnya, membuahkan sejumlah PO (purchase order) dari perusahaan importir Dubai yakni Epicstar Group. Perusahaan dagang tersebut meminta buah-buahan yaitu manggis, salak, rambutan, jengkol serta produk fesyen lainnya.

Baca Juga   Jusuf Kalla Lantik Atalia Praratya Jadi Dewan Kehormatan PMI Jawa Barat

“Alhamdulillah beberapa instansi mendukung untuk permudah perizinan dan pasar di Dubai. Singapura dan beberapa negara sudah, tinggal sesuaikan kualitas dan kebutuhannya. Pokoknya kita ada 2.574 pesantren yang beragam produknya’, bangga Tutus.

(ALN)

Related Articles

Close