BERITA

Polda Jabar Tangkap Pelaku Kejahatan Siber Modus VCS, Pishing dan Investasi Bodong

Bandung – Seorang Pria berinsial Y asal Palembang berhasil ditangkap oleh Tim Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar. Ia menjadi tersangka kejahatan siber dengan modus memperdaya korbannya melakukan VCS (Video Call Mesum) hingga ia berhasil memeras korbannya. Bahkan ia juga melakukan kejahatan Modus VCS, Pishing dan Investasi Bodong.

Kepada petugas ia mengaku, aksinya berawal dari berkenalan dengan seorang perempuan hingga berhasil merayu korban untuk melakukan phone sex. Korban yang terperdaya bujuk rayu pelaku akhirnya memberikan foto hingga video mesum yang kemudian direkam oleh pelaku. Lalu Foto dan video mesum itu menjadi alat untuk memeras korban.

Baca Juga   Jabar Raih Tiga Gelar Anugerah Media Humas 2021

“Nah, ini mungkin yang harus diwaspadai, dimana tersangka berkenalan dengan korban di sosmed dan membujuk korban memberikan foto dan video bermuatan pornografi. Kemudian, tersangka merekam dan setelah meminta sejumlah uang. Jadi lebih kepada pemerasan,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Arief Rachman, Jumat (3/12/2021).

Kejahatan Siber

Tidak hanya itu, pelaku juga melakukan berbagai tindak kejahatan yang berkaitan dengan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) itu. Bahkan, kata Arief, dari berbagai kejahatan siber yang ia lakukan, pihaknya menduga pelaku meraup keuntungan miliaran Rupiah.

Baca Juga   ASTRA Tol Cipali Implementasikan Pilar Pendidikan CSR Melalui Pembinaan 5 SD

“Ini sama lintas provinsi dengan kerugian miliaran Rupiah,” ujar Arief.

Pelaku juga melakukan tindakan kejahatan phising dengan mengambil alih m-banking milik korban. Y melakukan kejahatan itu denga modus membuat website yang kemudian mengarahkan agar korban mengisi nomor rekening dan pin.

“Pelaku mengambil alih m-banking korban dengan cara mengirimkan link. Ini harus waspada dalam proses pembelajaran masyarakat,” terang dia. Tidak hanya sampai di situ, pelaku juga membuat investasi bodong. Dia menggunakan akun palsu pada sebuah website dengan embel-embel investasi online.

Baca Juga   Tingkatkan Pelayanan, DAOP 2 Bangun Masjid Al-Mu’min

“Pelaku menggunakan akun palsu kemudian melakukan breaching (melanggar) ke aplikasi tersebut,  hal ini tentunya akan bertentangan juga dengan peraturan pemerintah dan pengawasan dari OJK,” tuturnya.

Dengan keahlian, pelaku juga bahkan membuat aplikasi jual beli palsu. Pada aplikasi tersebut, pelaku mencantumkan call center dan kode bayar palsu. “Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Sejauh ini baru baru berhasil menangkap satu pelaku Kejahatan Siber Modus VCS, Pishing dan Investasi Bodong,” kata Arief.***

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close