BERITA

Gara-gara Covid-19 Varian Omicron, Pemerintah RI Belum Pastikan Pemberangkatan Umrah

Jakarta – Pemerintah Indonesia berencana memberangkatkan jamaan umrah Tanah Air mulai Desember 2021, menyusul izin yang keluar dari Kerajaan Arab Saudi. Namun demikian, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, terkait rencana pemberangkatan jamaah umrah sedang tunggu kepastian. Mengingat, Arab Saudi baru saja melaporkan adanya kasus warga negaranya terinfeksi covid-19 varian omicron.

“Jadi kami dari Kemenag pasti akan terus mengikuti perkembangan yang ada,” ujar Wamenag saat ditemui di Kantor Kemenangan Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, Kamis 2 Desember 2021. Kemudian mengenai rencana keberangkatan pada bulan Desember 2021 ini, Wamenag mengatakan bakal terus mempersiapkan dan berkoordinasi dengan pihak otoritas Arab Saudi. Tujuannya untuk menyelesaikan teknis pemberangkatan para calon jamaah umrah.

Baca Juga   Ridwan Kamil Pastikan Perlindungan dan Pendampingan Santriwati Korban Pemerkosaan

Ia melanjutkan, ada juga beberapa hal yang harus diselesaikan, di antaranya mengintegrasikan antara data di aplikasi PeduliLindungi dengan Tawakalna milik Kerajaan Arab Saudi. Kemudian integrasi sistem vaksinasi Indonesia dengan Arab Saudi. “Saya kira masih banyak hal yang harus dituntaskan dan teknis di dalam negeri. Jadi saya kira kalau itu diselesaikan, sudah bisa berangkat,” terang Wamenag, seperti dilansir okezone.

Baca Juga   Jabar Provinsi Terinovatif 2021
Data Siskopatuh

Sementara berdasarkan data Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji khusus (Siskopatuh), sampai saat ini terdapat 59.757 jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya akibat terdampak pandemi covid-19. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan ada sebanyak 18.752 orang yang telah memiliki visa dan siap diberangkatkan.

“Jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya menjadi prioritas yang diberangkatkan. Pada tahap awal dibukanya penyelenggaraan umrah pada bulan Desember nanti,” kata Menag dalam keterangan resminya. Akan tetapi, lanjut dia, dari 18.752 orang, pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak orang yang akan berangkat ke Tanah Suci. Namun, hal tersebut dapat dilihat berdasarkan tingkat usia yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi yakni 18 hingga 65 tahun.

Baca Juga   Kabayan Reborn di Serial FTV

“Kita punya rincian secara umum dari yang pegang visa dan kemungkinan berangkat kita bisa lihat dari statistik usianya. Yang kurang dari 18 tahun artinya dia tidak bisa berangkat karena peraturan umur itu adalah 889 calon jamaah. Dan yang lebih dari 65 tahun itu ada 2.549,” papar Menag belum lama ini

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close