350 Pesantren Lolos AudisiTahap II

BANDUNG—Sebanyak 350 pesantren lolos tahap audisi II Program One Pesantren One Product (OPOP).  Pada 28 Oktober2021  para peserta lolos Audisi II mengikuti penjurian yang dilaksanakan di 5 (lima) kabupaten/ kota yakni Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Sukabumi dan Karawang.

Menurut Kusmana Hartadji, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, disela Penjurian Audisi II OPOP di Kota Bandung, Kamis (28/10), sebelumnya telah dilaksanakan Audisi Tahap I dan sebanyak 1000 pesantren menjadi juara tingkat kecamatan yang berhak mendapatkan bantuan penguatan modal dan mengikuti pelatihan dan magang yang pada tahun ini dilaksanakan secara virtual.

“Setelah dilakukan penilaian oleh juri dari 8 pesantren role model yang menjadi host pelatihan dan magang virtual serta input dari pendamping, didapatkan 350 pesantren yang terpilih untuk mengikuti penilaian Tahap II tahun 2021,” katanya.

Baca Juga   Ridwan Kamil Dukung PPKM Level 3 di Libur Nataru

Audisi tahap II untuk mendapatkan 28 pesantren juara tingkat kabupaten, dengan rincian juara 1 start up 7 pesantrendenganhadiah Rp 75 juta, juara 1 scale up 7 pesantren hadiah Rp 200 juta, juara2 scale up 7 pesantren Rp 150 juta, dan juara 3 scale 7 pesantren Rp 100 juta.

Fokus penilaian tahap II ini terutama pada pemanfaatan bantuan usaha yang didapatkan dari hasil penilaian tahap I untuk mengembangkan usaha, serta progres usaha pesantren. Pada penilaian tahap II ini perwakilan juri dari unsure ABCGM (akademisi, bisnis, komunitas, government dan media) dengan lebih banyak menambah unsure bisnis. Hal ini diharapkan akan menjalin keterkaitan bisnis/bermitra secara berkelanjutan dengan pesantren sebagai off taker dan terus berlanjutbahkan setelah rangkaian program opop 2021 berakhir.

Baca Juga   Hari ini, Kabupaten Sumedang Gelar Pilkades Serentak di 89 Desa

“Untuk menunjang pelaksanaan audisi opop ini, kami bersama coordinator tim juri telah menyusun buku saku penjurian, sebagai panduan bagi para juri tim penilaian. Teknis penjurian mengikuti dimensi dan indikator-indikator penilaian yang telah ditetapkan untuk keseragaman dan memudahkan tim juri dalam melaksanakan proses penjurian audisi opop tahun 2021, sekaligus sebagai panduan bersama untuk penilaian juri,” jelasnya.

Tutus melanjutkan, pengisian penilaianini juga dilakukanmelalui website opop dengan mengisi form digital yang telah tersedia di website untuk memudahkan sekaligus mengakuratkan penilaian penjurian ini. Hal ini merupakan komitmen bersama tim pelaksana opop untuk melaksanakan kegiatan penilaian ini secara seksama dan objektif. Semoga segala ikhtiar ini dapat menghasilkan pesantren juarater baik.

Baca Juga   ROAD TO 3RD WEST JAVA INVESTMENT SUMMIT 2021

KepadaJuri dan peserta, Tutus berpesan dan menghaturkan selamat menjalankan tugas penjurian dengan jujur dan adil, netral, independen, objektif, jeli, terukur, dan penuh integritas serta berkenan mengimplementasikan keahlian serta ilmunya untuk mendapatkan hasil yang maksimal menghadirkan juara-juara bisnis pesantren yang berkualitas, pesantren bermental juara, serta memiliki visi kemandirian ekonomi yang penuh keberkahan dan rahmatan lilaalamiin.

 

(RLS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close