Segera Laporkan Jika Vaksinasi Dipungut Bayaran!

Jakarta — Masyarakat diminta segera melaporkan jika diminta untuk mengeluarkan uang dalam program vaksinasi. Hal ini ditegaskan Pemerintah bahwa vaksinasi diberikan secara gratis dan tidak dipungut biaya. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, menegaskan bahwa Gerakan Vaksinasi yang dilakukan sejak 13 Januari 2021 sama sekali tidak dipungut biaya. ‘Jika ada oknum yang meminta bayaran, masyarakat bisa segera melaporkan hal itu melalui 021-1500567 atau melalui email pengaduan.itjen@kemkes.go.id’, ujar Menkominfo.

Menkominfo memastikan, pemerintah bersama aparat penegak hukum akan menindak tegas tanpa pandang bulu jika ada oknum yang meminta bayaran. Bahkan Johnny mengajak semua pihak mengawasi pelaksanaan vaksinasi. “Masyarakat juga diharapkan untuk tidak pilih-pilih vaksin karena semua vaksin sudah terbukti aman dan mampu mengurangi risiko sakit berat,” sambung Johny.

Hingga saat ini, setidaknya sudah 90 juta lebih dosis vaksin yang disuntikkan di seluruh Indonesia. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara dengan jumlah penyuntikan vaksinasi terbanyak ke-9 di dunia. Selain itu, program vaksinasi di Indonesia sudah menjangkau lebih dari 27% sasaran vaksinasi, hal ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia. “Pemerintah akan terus mendorong percepatan vaksinasi hingga mencapai 100 juta dosis vaksin yang disuntikan pada akhir bulan ini,” tegas Johny.

Berdasarkan data Our World in Data, hingga 22 Agustus 2021, Indonesia menempati posisi ke-9 dunia dalam hal total suntikan vaksin yang diberikan. Adapun, urutan pertama ditempati Tiongkok sebanyak 1,94 miliar suntikan, lalu diikuti oleh India (576,37 juta), Amerika Serikat (361, 67 juta), Brazil (173, 65 juta), Jepang (115, 74 juta), Jerman (99, 35 juta), Inggris (89, 07 juta), Turki (88,4 juta), dan Indonesia (88, 2 juta suntikan). Sementara itu, dari jumlah orang yang disuntik vaksin lengkap dan sebagian Indonesia menempati urutan ke-6 setelah India, Amerika Serikat, Brazil, dan Jepang.

(ALN/RLS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close