‘KEJAR’ Tingkatkan Literasi Keuangan pada Pelajar

Bandung – Populasi penduduk Indonesia golongan pelajar kisaran usia 7 hingga 19 tahun, saat ini berjumlah 69,3 juta atau sekira 25,8% dari jumlah total penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut baru 24,5% pelajar saja yang memiliki rekening tabungan di Indonesia. Provinsi Jawa Barat berdasarkan data Kemendikbud memiliki sebanyak 8 juta pelajar atau siswa, sehingga dari kondisi demografi tersebut menunjukkan masih besarnya potensi menabung golongan usia pelajar.

Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar Jawa Barat, pada Jum’at (17 Juli 2021) Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 2 (OJK KR2) Jawa Barat menyosialisasikan Program “KEJAR” atau Satu Rekening Satu Pelajar secara virtual melalui platform zoom. Dalam sambutannya, Kepala OJK KR 2 Jawa Barat, Indarto Budiwitono, mengatakan kegiatan semacam ini adalah upaya mewujudkan perluasan akses keuangan masyarakat yang menjadi fkcus dan prioritas pemerintah mendukung target pencapaian inklusi keuangan Indonesia sebesar 90% pada tahun 2024. ‘Jadi selain meningkatkan inklusi kegiatan ini juga dapat meningkatkan literasi keuangan sejak dini’, sambutnya.

Lebih jauh Indarto mengatakan, menanamkan budaya menabung sejak dini dapat memberikan edukasi kepada anak-anak. ‘Dulu kita diingatkan dengan lagu bang bing bung kita nabung, semoga kedepan ada semacam lagu atau jingle khusus untuk menarik minat anak-anak sekarang untuk menabung, sehingga mereka dapat mendapatkan apa yang ingin diraih maupun mempersiapkan uang untuk masa depannya semisal pergi haji, umroh dan lain-lain’, tambahnya.

Direktur Utama BJB Syariah, Indra Falatehan, dalam sambutannya mengatakan, di era sekarang para pelajar dapat dengan mudah memanfaatkan produk perbankan yang telah di desain dan diatur oleh OJK dengan berbagai macam fitur dan kemudahan bagi para pelajar untuk memiliki rekening di bank melalui produk simpanan di bank atau ‘SIMPEL’ (Simpanan Pelajar, red). ‘Alhamdulillah, BJB Syariah telah mendapatkan penghargaan dari OJK sebagai bank dengan perkembangan SIMPEL Terbaik pada tahun 2018 dan tanun 2020, mudah-mudahan ini memacu semangat BJB Syariah untuk terus meningkatkan jumlah nasabah SIMPEL khsusunya di Jawa Barat’, sambutnya.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Komarudin, mengajak para pelajar di Jawa Barat untuk sadar dan menganggap pentingnya menabung. Dihadapan para peserta seminar virtual, Puteri menekankan bahwa menabung adalah bagian dari cara mempersiapkan sedini mungkin dalam meraih cita-cita di masa depan, baik jangka menengah atau jangka panjang. ‘Dalam jangka menengah adik-adik punya kebutuhan untuk membeli laptop atau komputer. Nah dalam jangka panjang adik-adik bisa gunakan tabungannya untuk masuk ke perguruan tinggi’, ajaknya.

Webinar KEJAR atau kepanjangan dari ‘Satu Rekening Satu Pelajar’ diikuti oleh lebih dari 500 peserta pelajar, guru dan orang tua siswa se Jawa Barat dan secara resmi program KEJAR ini telah diluncurkan pada 5 Oktober 2020. Hingga triwulan ke IV/2020 prosentase jumlah pelajar di Indonesia yang sudah memiliki rekening sebanyak 54,14% atau sekitar 30,15 juta rekening dari jumlah pelajar pada tahun ajaran tersebut sebanyak 55,7 juta pelajar.

(ALN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close