NEWS

Komplotan Pemalsu Surat Swab Pernah Jadi Relawan Validasi di Bandara Soetta : Okezone Megapolitan

TANGERANG – Pelaku utama pembuatan surat keterangan bebas Covid-19 palsu yaitu U rupanya bekerja sebagai fasilitas rapid test yang ada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Dia memiliki soft copy berupa dokumen PDF yang berisi surat keterangan bebas Covid-19 asli yang dikeluarkan oleh berbagai fasilitas kesehatan.

“Pelaku utama ini bekerja sebagai pegawai fasilitas rapid test, dia punya softcopy surat yang asli dari berbagai fasilitas kesehatan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (18/1/2021).

Surat asli ini kemudian diserahkan kepada DS untuk diubah sesuai pesanan, kemudian surat ini juga akan dicap menggunakan stempel palsu yang seolah-olah asli. DS sendiri merupakan relawan kontrak Kantor Kesehatan Pelabuhan yang bertugas di loket validasi dokumen perjalanan.

“Softcopy surat yang asli lalu diserahkan kepada DS untuk diedit sesuai pesanan, mereka juga punya stempel palsu supaya suratnya terlihat asli,” lanjut Yusri.

Adapun 6 pelaku lainnya bertugas mencari penumpang yang butuh surat keterangan bebas Covid-19, namun tidak mau melewati test yang sebenarnya. Para pelaku ini memang calo tiket di Bandara Soekarno-Hatta sehingga mudah dalam menawarkan jasa pembuatan surat palsu.

“Lalu sisanya ini mencari penumpang yang butuh surat. Mereka ini tahu penumpang yang butuh surat karena memang calo tiket, jadi gampang untuk menawarkan jasa,” lanjut Yusri.

Sementara, sisanya mengantarkan surat palsu yang sudah jadi kepada para pemesan. Pelaku yang mengantarkan surat ini bekerja di berbagai sektor di Bandara Soekarno-Hatta. Mulai dari relawan validasi hingga petugas kemanan di tempat parkir Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Juga : Pertama Kalinya Es Krim Terinfeksi Covid-19

“Jadi sebenarnya mereka ini kerjanya memang di lingkungan bandara juga, jadi memanfaatkan celah untuk bisa meloloskan penumpang yang ingin terbang tapi tidak mau ditest,” pungkas Yusri.

Atas perbuatannya tersebut, para tersangka akan disangkakan pasal berlapis yaitu UU nomor 6 tentang Kekarantinaan Kesehatan, UU Nomor 4 tentang wabah penyakit menular, pasal 263 KUHPidana, dan 268 ayat 1 KUHPidana.

(aky)

Okezone

Show More

Related Articles

Close