NEWS

Terungkap! Pemerintah Gelontorkan Dana Rp1,2 M untuk 42 “Influencer” Demi Promosi Layanan Tes Covid-19 : Okezone News

INGGRISPemerintah menggelontorkan sejumlah dana kepada “influencer” untuk mempromosikan layanan Tes dan Jejak (Test and Trace) Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris.

Pemerintah membayar 63.000 poundsterling (Rp1,2 miliar) kepada 42 “influencer” di media sosial (medsos).



Kampanye iklan yang diluncurkan tahun lalu ini melibatkan beberapa selebriti sekaligus “influencer”. Seperti Shaughna Phillips dan Josh Denzel berbagi pesan dukungan untuk layanan kesehatan dan sistem pengujian virus korona di platform seperti Instagram.

Ada juga pemain hoki profesional Henry Weir. Organisasi pengecekan fakta independen Full Fact mengatakan setiap “influencer” akan diberikana dana sebesar rata-rata 1.500 poundsterling.

(Baca juga: Berbohong tentang Keterlibatannya di China, Ilmuwan Senior NASA Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp3,5 M)

Namun, pembayarannya cenderung bervariasi tergantung pada jumlah pengikut atau follower di akun masing-masing.

Bintang reality “ITV2” Phillips, 26, dan Denzel, 29, memiliki pengikut Instagram gabungan sebanyak 2,7 juta orang. Lalu tokoh media sosial lainnya memiliki sekitar 9.000 pengikut.

(Baca juga: Lebih dari 90 Ribu Warga AS Diperkirakan Meninggal Akibat Covid-19 dalam Tiga Pekan ke Depan)

Dikutip Daily Mail, mereka menggunakan hashtag #letsgetback dan #gettested untuk postingan di medsos. Setelah menelusuri hashtag Instagram ini – bersama dengan #ad, yang dimaksudkan untuk ditampilkan untuk posting berbayar – Full Fact menemukan pesan dari 11 poster medsos yang tampaknya merupakan bagian dari kampanye Pemerintah.


Melalui salah satu postingan Denzel kepada 1,5 juta pengikutnya pada tahun lalu, dia mengatakan hal yang paling dia rindukan adalah bepergian. Dia pun mengatakan dengan menguji virus corona kita dapat kembali ke masa-masa indah.

Dalam postingan tersebut, ditandai sebagai iklan dan dengan judul “tetap di rumah”, dia mengatakan NHS telah melakukan pekerjaan luar biasa dan berkata sekarang giliran kami untuk membantu mereka dengan menjalani tes.

“Sebagai bagian dari strategi komunikasi yang lebih luas untuk meningkatkan kesadaran penting dari layanan Tes dan Jejak NHS dan pentingnya pengujian untuk Covid-19, kami telah bekerja dengan mikro dan makro influencer utama untuk menjangkau orang dewasa muda. dalam saluran yang secara teratur mereka gunakan, karena kami juga menggunakan pemasaran tradisional dan advertorial untuk menjangkau orang dewasa melalui iklan cetak, radio, dan TV,” terang Kantor Kabinet mengatakan kepada Full Fact.

Postingan lain yang mungkin menjadi bagian dari kampanye ini muncul di platform lain, seperti YouTube atau TikTok.

Menurut Sunday Mirror, pengamat medsos mengatakan “influencer” seperti itu biasanya akan meminta bayaran 5.000 – 10.000 poundsterling (Rp96 juta – Rp192 juta) per posting iklan.

Okezone

Show More

Related Articles

Close