NEWS

Reshuffle Kedua Bayangi Menteri Jokowi, 3 Hal Ini Penyebabnya : Okezone Nasional

JAKARTA Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja melantik 6 menteri dan 5 wakil menteri (wamen) hasil reshuffle pertama pada Kabinet Indonesia Maju yang dilakukan Rabu, 23 Desember lalu.

Namun, pakar komunikasi politik dari Universitas Mercu Buana Jakarta, Heri Budianto memprediksi bahwa reshuffle kabinet masih akan membayangi para menteri Jokowi. “Menurut saya masih akan ada reshuffle selanjutnya,” kata Heri kepada SINDOnews, Minggu (27/12/2020).

(Baca juga: Menakar Plus Minus Sandiaga Uno Masuk Kabinet Jokowi)

Menurut pria yang akrab disapa Herbud ini, ada 3 alasan kenapa Jokowi akan melakukan reshuffle kedua. Pertama, penanganan pandemi Covid-19 dan dampak ekonominya, mengingat pandemi ini masih berlangsung dan vaksinnya masih menunggu izin edar. Bagaimanapun, pandemi Covid-19 jadi ujian berat bagi semua pemerintahan.

“Bergantung situasi penaggulanangan pandemi dan kondisi ekonomi. Karena ini ujian terberat bagi kabinet, jika tak mampu mengatasi maka reshuffle akan terjadi,” terangnya.

Kedua, Direktur Eksekutof PolcoMM Institue ini melanjutkan, Jokowi juga masih perlu mengakomodir para relawan dan kelompok politik lainnya yang belum terpuaskan dengan struktur kabinet saat ini. Sehingga, waktu reshuffle kedua ini bergantung pada Jokowi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

(Baca juga: Presiden Jokowi Dinilai Tak Akan Reshuffle Menteri Lagi Meski Memble) 

“Waktunya (untuk reshuffle kedua) sangat bergantung pada kondisi dan kebutuhan,” ungkap Herbud.

Ketiga, Herbud menambahkan, reshuffle kedua ini juga menjadi peringatan bagi menteri-menteri yang masih bermain dengan korupsi. Jadi, para menteri harus berhati-hati dalam menjalankan tugas Presiden ini, karena reshuffle bisa dilalukan kapan saja.

“Tinggal nunggu waktu, cepat atau lambat. Jika ada menteri bermain-main dengan korupsi akan terbuka (untuk direshuffle),” pungkasnya.

(amr)

Okezone

Show More

Related Articles

Close