NEWS

Pakar Komunikasi: Kampanye Bukan Penentu Kemenangan Cakada : Okezone News

KENDARI – Pakar komunikasi publik Universitas Haluoleo Kendari, Aswan Saninu menegaskan, kampanye politik dan debat publik calon kepala daerah tidak menentukan kemenangan pasangan calon.

(Baca juga: Habib Rizieq Kabur dari Rumah Sakit, Ini Kata Polisi)  

“Kampanye dan debat publik bukan salah satu cara agar pasangan calon dapat mempengaruhi publik untuk memilih pasangan calon yang diinginkan,” kata Aswan, pada Minggu (29/11/2020).

Sebagaimana diketahui, Pilkada serentak sebentar lagi akan dilaksanakan. Komisi pemilihan umum telah menetapkan masa kampanye pasangan calon kepala daerah selama 71 hari meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Dalam masa kampanye, para pasangan calon dibolehkan untuk melaksanakan kampanye sebagai upaya untuk meraih suara terbanyak dan menang pada pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang.

(Baca juga: 4 Fakta Satu Keluarga di Sigi Tewas Dibunuh Kelompok MIT Poso)

Pilkada di sulawesi Tenggara akan diikuti oleh sebanyak 18 pasangan calon kepala daerah di 7 daerah, di antaranya dua paslon di Kolaka Timur, dua paslon di Konawe Utara, 3 paslon di Konawe selatan, 4 paslon di Konawe Kepulauan, 3 paslon di Buton Utara, dua paslon di Muna dan 2 paslon di Wakatobi.

Menurutnya, pasangan calon harus memiliki strategi khusus untuk dapat menang. Salah satunya mempengaruhi pemangku kepentingan yang dapat mengalihkan suara pemilih.

“Yang dibutuhkan oleh para kandidat calon kepala daerah ini yakni memilih titik tertentu di mana kandidat dapat mempengaruhi pemangku kepentingan yang dapat mengalihkan suara pemilih dan hal tersebut menjadi titik penentu kemenangan,” katanya.

(amr.-)

Okezone

Show More

Related Articles

Close