NEWS

377 Orang Dihukum Seumur Hidup Terkait Kudeta Erdogan, 25 di Antaranya Jenderal : Okezone News

SEBANYAK 337 orang yang terdiri dari tentara dan kelompok lainnya dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Turki terkait upaya kudeta pada 2016. Terdakwa termasuk 25 jendral dan 10 warga sipil.

Pilot angkatan udara dan komandan angkatan darat termasuk dalam ratusan tersangka yang didakwa mencoba menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Mereka dituduh mengatur rencana itu dari pangkalan angkatan udara di dekat Ankara.

Erdogan mengatakan, ulama yang tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen mengatur upaya kudeta itu dan berujung pada penangkapan massal. Namun Gulen menyanggah terlibat dalam upaya kudeta pada Juli 2016 yang menewaskan 251 orang dan melukai lebih dari 2.000 orang. Sementara Erdogan saat itu tengah berlibur.

Ribuan warga sipil mendukung Erdogan dan menghadapi tentara yang membelot pada malam yang berakhir rusuh.

Pengadilan itu dimulai pada 2017 dan dakwaan terhadap mereka termasuk mencoba membunuh Presiden Erdogan dan menguasai insitutasi negara.

Sidang terbesar di Turki yang berlangsung di Sincan, dekat Ankara, penuh dengan pengunjung.

Tentara yang berkonspirasi menentang Erdogan merebut pesawat di pangkalan udara Akinci, dan menculik panglima, Jendral Hulusi Akar serta perwira lain.

Mantan komandan angkatan udara Akin Ozturk dipenjara seumur hidup karena perannya dalam upaya kudeta itu.

Dakwaan menyebutkan 25 pilot F-16 membom sejumlah target di Ankara, termasuk parlemen, yang dihantam tiga kali, serta bangunan-bangunan penting lain.

Baca Juga : Pangdam Jaya Ngaku Tak Pernah Ajak Musuhi Habib Rizieq, Ini Respons FPI 

Baca Juga : Ma’ruf Amin Jabat Ketua Dewan Pertimbangan MUI Gantikan Din Syamsuddin

Bukan hukuman seumur hidup biasa

Pemboman itu menewaskan 68 orang di Ankara dan melukai lebih dari 200 lainya. Terdakwa termasuk 25 jendral dan 10 warga sipil.

Lebih dari 10 perwira militer – termasuk pilot pesawat tempur F-16 – dan empat warga sipil diganjar masing-masing 79 kali hukuman seumur hidup tanpa ada peluang untuk bebas. Kata-kata lebih berat ditambahkan hakim untuk menggambarkan hukuman ini bukan seperti seumur hidup biasa.

Enam orang disidang secara in-absentia, termasuk Gulen dan Adil Oksuz, dosen teologi yang dituduh menjadi koordinator bersama dalam upaya kudeta.

Mereka yang diganjar hukuman seumur hidup lebih berat di antaranya adalah pengusaha Kemal Batmaz, yang dituduh membantu Adil Oksuz.

Gerakan Hizmet yang dipimpin oleh Gulen disebut sebagai “organisasi teroris” oleh Erdogan. Ia dulu pernah menjadi sekutu presiden, namun sejak upaya kudeta, ulama berusia 79 tahun itu tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat. Turki ingin ia diekstradisi.

Erdogan menyisir semua institutsi setelah upaya kudeta, memecat atau menskors lebih dari 100.000 pegawai negeri, termasuk guru dan hakim yang dituduh membantu Gulen.

Banyak pengadilan sidang telah digelar untuk kasus upaya kudeta ini dan pengadilan-pengadilan di Turki telah menjatuhkan lebih dari 2.500 kali hukuman seumur hidup.

Okezone

Show More

Related Articles

Close