BusinessNEWS

Waspada..!! Masih Marak Investasi Bodong dan Fintech Illegal

BANDUNG — Perusahaan financial technology atau fintech peer to peer lending Ilegal rupanya masih saja marak beroperasi hingga saat ini. Modus penawaran pelaku fintech peer-to-peer lending ilegal tidak hanya memanfatkan Google Play Store untuk menawarkan aplikasi, tapi sudah menyebarkan penawarannya melalui SMS dengan mencantumkan link unduh. Satgas Waspada Investasi (SWI) dibawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Januari 2020 telah menangani 120 entitas fintech peer-to-peer lending yang tidak terdaftar di OJK. Sementara untuk investasi bodong, SWI telah menangani 28 entitas investasi illegal dengan beragam modus penawaran seperti menawarkan perdagangan forex, investasi money game, equity crowdfunding, multi level marketing, investasi alat kesehatan, investasi sarang burung wallet, investasi singkong, investasi melalui koperasi, Investasi pohon, dll.

Oleh karena itu SWI mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati bila mendapatkan penawaran melalui berbagai platform seperti situs, aplikasi, maupun SMS tentang pinjaman secara online maupun penawaran investasi. Seperti disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi, Dr. Tongam L. Tobing, masih banyak masyarakat menjadi korban bahkan berpotensi terjebak karena mudah tergiur dengan iming-iming hasil imbas tinggi atas investasi yang ditawarkan. Diakuinya literasi keuanganpun masih belum maksimal dilakukan.

Meminjam uang dimanapun memang harus diikuti dengan tanggung jawab untuk melunasinya. Akan tetapi pertimbangkan berkali-kali jika memutuskan pinjam uang melalui di fintech P2P Lending yang belum jelas legalitasnya. Alih-alih hidup akan tenang, bisa jadi korban mendapat ancaman dan intimidasi jika menunggak pinjaman dari fintech p2p lending.

Untuk itu, SWI maupun OJK terus melakukan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat agar berhati-hati memanfaatkan mudahnya penawaran pinjam uang melalui perusahaan fintech P2P Lending. Waspada, laporkan dan manfaatkan ruang pengaduan konsultasi maupun sosialisasi mengenai berbagai persoalan terkait investasi, fintech lending dan sejenisnya melalui kontak OJK 157.

(ALN)

Show More

Related Articles

Close