Viral Video Orang Utan Merokok di Kebun Binatang Bandung, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Angkat Bicara

Peristiwa 00176X

Bandung. Kebun Binatang Bandung kembali menjadi sorotan pasca viralnya video orangutan yang menghisap rokok di kandangnya. Atas video itu, management Kebun Binatang Bandung mendapat kecaman dari berbagai pihak yang mengaku pecinta satwa karena dianggap tidak memperhatikan animal welfare dan masih lemahnya kontrol management terhadap koleksi satwa didalamnya. Namun demikian, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengapresiasi managemen kebun Binatang Bandung yang langsung mengatasi kasus tersebut dengan meminta pelaku agar dapat mempertanggungjawabkan tindakannya. Kepala BBKSDA Jawa Barat, Ir. Sustyo Iriono dalam jumpa pers yang berlangsung Jum’at siang, 9 Maret 2018 di Kantor BBKSDA Jabar, Jl. Gede Bage Selatan No.117 Bandung mengatakan, apapun maksud tujuan pelaku, pihak kepolisian agar dapat mengusut motif pelaku yang dianggap telah merugikan citra kota Bandung dengan melakukan tindakan yang dianggap mengabaikan animal welfare, sehingga management Kebun Binatang Bandung menjadi pihak yang dirugikan atas kejadian tersebut.

Saya menyesalkan video viral orangutan merokok di kebun binatang Bandung, sekaligus mengapresiasi management Kebun Binatang Bandung yang tanggap menangani hal tersebut. Saya berharap dari pihak Polrestabes Bandung bisa mengusut tuntas motif dibalik kejadian ini’, tegasnya. BBKSDA Jawa Barat pun mengimbau kepada para pihak yang menyatakan diri pecinta satwa, agar sama-sama membangun citra positif terhadap lembaga konservasi yang ada di Indonesia. Berdasarkan pengamatan fisik secara visual yang dilakukan oleh tim BBKSDA Jawa Barat dan dokter hewan Kebun Binatang Bandung, orangutan tersebut dinyatakan sehat. Selain itu, BBKSDA Jawa Barat juga meminta kepada Kebun Binatang Bandung agar meningkatkan kapasitas SDM, sarana dan prasarana terkait pengelolaan sebagai lembaga konservasi hewan.   

Sementara management Kebun Binatang Bandung membenarkan kejadian dalam video tersebut terjadi di kandang orangutan kebun binatang Bandung. Marketing Communication Manager Kebun Binatang, Sulhan Syafii, menegaskan bahwa pelemparan rokok oleh pengunjung dan perekaman dilakukan pada saat tidak ada petugas, sehingga diindaksikan ada unsur kesengajaan dari pelaku. ‘Kami berharap pelaku bukan hanya meminta maaf kepada kami, tapi juga kepada masyarakat Bandung, masyarakat Indonesia bahkan warga dunia’, tegas Aan sapaan akrabnya. Meski pelaku telah datang menghadap ke management Kebun Binatang Bandung, namun  pihak Kebun Binatang Bandung menyerahkan kasus hukumnya kepada polisi. ‘Pelaku datang menghadap kami (management Kebun Binatang) pada Kamis 8 Maret 2018, namun polisi menyatakan bahwa hal ini harus di proses secara hukum’, ungkap Aan. Atas kejadian tersebut, pihak Kebun Binatang Bandung akan menugaskan patroli security semaksimal mungkin untuk menjaga agar kejadian serupa tidak terulang. ‘Security patrolinya akan dipersering per satu jam untuk menjaga kebun binatang kita. Kemudian kami juga akan menambah CCTV di titik-titik tertentu’, katanya.      

Viralnya video orangutan merokok berawal dari pelaku yang memberi rokok kepada orangutan sementara diduga ada orang lain yang merekam dan mengaku sebagai ‘relawan pecinta satwa’. Perbuatan tersebut terindikasi dilakukan dengan sengaja karena si pelaku hanya menghisap rokok 2 hisapan kemudian melemparkannya ke orangutan, sementara kegiatan merekam adegan dilakukan orang lain kemudian diunggah di akun facebook.

 

BBKSDA Jawa Barat Buka Call Center

Guna meningkatkan perlindungan dan penanganan terhadap satwa liar ilegal, BBKSDA Jawa Barat telah membuka call center dan Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar sejak 2017. ‘Kami telah berhasil menyelamatkan dan mengevakuasi sebanyak 953 individu satwa, dan melepasliarkan stwa ke habitat alamnya sebanyak 425 individu. Sebagian ada yang dititiprawatkan di Lembaga Konservasi’, jelas Sustyo. Sementara itu sejak awal 2018 hingga saat ini, BBKSDA Jawa Barat telah menyelamatkan dan mengevakuasi sebanyak 36 individu satwa. BBKSDA Jabar berterimakasih kepada para pihak yang selalu mendukung penyelesaian permasalahan satwa liar ilegal.

(Rep. ALN)  


BERITA LAINNYA:



Demi Citarum Bersih, Pemerintah Tagih Komitmen Pelaku Usaha dan Industri
Jabar Raih Penghargaan Tertinggi Parasamya Purnakarya Nugraha
Jelang Akhir Masa Jabatan, Aher akan Terima Penghargaan Tertinggi dari Presiden RI
Presiden Anugerahi Penghargaan Tertinggi Untuk Jabar