Gub Jabar, Ahmad Heryawan: Pasar Modal adalah Alternatif Pembiayaan Infrastruktur Daerah

Ekonomi 00334X

JAKARTA -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) hari ini Selasa 27/2/2018 membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Dalam sambutannya, Aher mengatakan kehadirannya adalah bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jabar terhadap pasar modal yang telah menjadi alternatif sumber pembiayaan infrastruktur di daerah. Menurutnya, pembiayaan melalui pasar modal memiliki peran penting dalam pembangunan, salah satunya adalah proyek pembangunan Bandara Udara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang sukses menggunakan instrumen pembiayaan pasar modal melalui pembiayaan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). "Kita sepakat pasar modal harus terus dikembangkan menjadi bagian dari investasi dan permodalan jangka panjang. Tapi pengenalan bagi masyarakat harus ditingkatkan, karena pasar modal menjadi bagian dari instrumen pembangunan kita khususnya dalam pembiayaan biaya pembangunan yang kita perlukan dalam pembangunan yang sedang kita kerjakan," katanya
 
Kehadiran Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, di Gedung BEI pagi tadi turut didampingi pimpinan/perwakilan kabupaten/kota di Jawa Barat, pimpinan Badan Usaha Milik Daerah di Jawa Barat, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan Regional II Jawa Barat Sarwono. Dalam kesempatan kunjungannya itu, Aher mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memberikan pemahaman atau literasi terkait pasar modal kepada masyarakat yang harus mengetahui adanya alternatif berinvestasi selain menyimpan uang di perbankan. "Sekarang masyarakat punya pilihan lain, kalau disimpan di saham pun lebih menguntungkan," kata Aher. 
 
Dia melanjutkan, menabung saham di pasar modal juga bertujuan menghindari investasi bodong yang banyak beredar di kalangan masyarakat. Contohnya, ujar Aher, yakni banyaknya investasi bodong melalui biro perjalanan haji dan umrah yang marak belakangan ini. "Ini juga menjawab persoalan di masyarakat kadang ada investasi bodong. Sederhana saja, kalau mau investasi belilah saham yang tercatat di BEI," kata Aher.
 
Investasi Syariah
Sementara itu menjawab keraguan mayoritas masyarakat muslim akan kehalalan berinvestasi dalam bentuk saham, Aher mengatakan pasar modal telah menyediakan instrumen berbasis syariah, baik berupa saham maupun obligasi syariah alias sukuk. "Jika ingin yang lebih yakin lagi ada saham syariah, ada sukuk. Saya pikir tidak ada permasalahan'. Menurutnya, Instrumen investasi syariah imbal hasilnya lebih rendah, namun dia percaya umat Muslim akan lebih nyaman dengan keuntungannya. "Saya percaya keuntungan pasti ada. Pasti ada keuntungan tidak terlihat, ada keuntungan yang tidak teraba, ada berkah dari Tuhan," imbuhnya.
 
Untuk diketahui PT. BEI sendiri sudah menyediakan indeks saham khusus saham-saham yang masuk dalam kategori syariah seperti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).


BERITA LAINNYA:



Telkom University Raih Akreditasi Internasional
Demi Citarum Bersih, Pemerintah Tagih Komitmen Pelaku Usaha dan Industri
Jabar Raih Penghargaan Tertinggi Parasamya Purnakarya Nugraha
Jelang Akhir Masa Jabatan, Aher akan Terima Penghargaan Tertinggi dari Presiden RI