Aher Minta Kab/Kota Jangan Takut Berinovasi Di Bidang Pariwisata

Pemerintahan 00066X

Bandung,-- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan di tahun 2018, jumlah kunjungan wisatawan bisa mencapai 49,750.000 wisatawan. Sejumlah upaya melalui koordinasi antar lembaga terkaitpun dilakukan untuk memenuhi target kunjungan wisatawan tersebut.

 

Terkait dengan hal itu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) menekankan inovasi dan visi besar dalam pengembangan pariwisata di Jawa Barat. Pengembangan pariwisata adde value-nya harus bisa dipastikan kembali atau bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

“Jangan ragu untuk berinovasi dalam kepariwisataan, karena kita bahan dasarnya ada, bumi yang kita miliki indah dan segala macamnya” Ujar Ahmad Heryawan kepada wartawan. Rabu (1/2/2018)

 

Dikabupaten Pangandaran, sambungnya, telah berhasil melakukan terobosan dan visi pariwisatanya. Sehingga mampu memberikan penambahan pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan.

 

“Sejak awal Pangandaran punya kesadaran kalau unggulannya adalah kepariwisataan. Ketika Pangandaran menjadi Kabupaten Pangandaran, PAD-nya itu Rp 22 Miliar. Tahun 2017 PAD Pangandaran Rp 144 Miliar. Lompatannya akibat pariwisata luar biasa,” kata Aher.

 

 

Lebih lanjut, Aher mengatakan terobosan dan visi yang dilakukan Pangandaran terlihat pada landscape kotanya. Pangandaran berani menghilangkan sekolah dan puskesmas kecil untuk membuat ruang terbuka hijau atau taman dilengkapi jalan besar. Kemudian Pemkab Pangandaran mengganti sekolah dan puskesmas tersebut oleh bangunan sekolah dan puskesmas yang lebih besar di lokasi lain.

 

Selain itu, penyelenggaraan sebuah event budaya harus terkoordinasi dengan baik, sehingga bisa berlangsung dengan gebyar. “Oleh karena itulah, koordinasi sangat penting untuk melipatgandakan dampak positif atau manfaat sebuah event pariwisata dan budaya. Sehingga dampaknya tidak saja pada kesuksesan penyelenggaraan, tapi juga berdampak pada transaksi perekonomian yang memadai yang bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” papar Aher.

 

Hal lain yang ditekankan Aher, infrastruktur atau fasilitas budaya. Dia mencontohkan gedung-gedung pertunjukkan atau gedung kesenian representatif harus dimiliki sebuah daerah. Event-event seni dan budaya juga harus masuk dalam kalender event dan terinformasikan dengan baik melalui sebuah media.

 

Aher menambahkan, tempat-tempat pertunjukkan harus ada mewadahi karya-karya seni untuk ditampilkan dan dinikmati secara baik, sekaligus dikembangkan, dan dihargai. Dan kemudian membangun kebahagiaan lewat seni. Jadi, gedung kesenian harus ada di kabupaten/kota masing-masing hiji (satu).

 

“Pada saat yang sama kita ingin ada destinasi wisata unggulan. Unggulannya nanti buat unggulan tingkat provinsi. Nanti masing-masing kabupaten/kota punya lima unggulan misalnya, dan satu unggulannya kelas provinsi. Nah, nanti dari tingkat provinsi tinggal menentukan mana unggulan untuk ke tingkat nasional,” Pungkasnya


BERITA LAINNYA:



Presiden Anugerahi Penghargaan Tertinggi Untuk Jabar
Jelang Pilkada, Media Massa Deklarasikan Pers Netral dan Independen
Sukses Membangun Jawa Barat, Ahmad Heryawan Dianugerahi Bintang Astha Brata Utama Pamong Praja
Kembali, Gubernur Jawa Barat Raih Penghargaan