Mahkamah Keadilan Siap Bela Setya Novanto

Peristiwa 00284X

Bandung, -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berhenti ditengah jalan, seusai praperadilan yang dimenangkan oleh setya novanto. Untuk kedua kalinya KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka pada 10 November 2017 dan berujung pada penahanan Setya Novanto di Rutan KPK.

 

Ketua DPR RI, Setya Novanto belum terbukti bersalah sebelum adanya putusan dari pengadilan, Ungkap Ketua Umum Mahkamah Keadilan Pitra Romadoni Nasution, SH. Menurutnya, yang dapat menyatakan seseorang bersalah hanyalah hakim berdasarkan bukti fakta fakta dipersidangan.

 

“Saya meminta agar kita semua menghormati aturan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah” Ujar Bang Bonar sapaan akrab Pitra Romadoni Nasution, SH dalam keterangan resminya. Senin (20/11)

 

Kita ketahui bersama, ungkapnya, bahwa pemanggilan ketua DPR RI harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Presiden, setelah itu, sambungnya, baru diadakan pemeriksaan sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pemanggilan anggota DPR yang tersandung hukum.

 

“Saya menghormati KPK dan juga aparat penegak hukum lainnya di Republik ini, tapi saya minta semuanya harus fair dan sesuai dengan aturan dan ketentuan hukum” Ujar Bang Bonar.

 

Saya melihat masih banyak lagi upaya hukum yang semestinya dilalui oleh Setya Novanto dengan jalur Hukum yang ditempuh sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, saya yakin Ketua DPR kita ini belum terbukti bersalah sesuai dengan asas praduga tak bersalah dan analisis hukum yang saya pelajari terhadap kasus setya Novanto. 

 

Dirinya melihat, masih banyak lagi upaya hukum yang semestinya dilalui oleh Setya Novanto dengan jalur Hukum yang ditempuh sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

 

“saya yakin Ketua DPR kita ini belum terbukti bersalah sesuai dengan asas praduga tak bersalah dan analisis hukum yang saya pelajari terhadap kasus setya Novanto” bebernya.

 

Bang Bonar mengatakan, Mahkamah Keadilan siap membela Ketua DPR RI dengan jalur hukum yang ada, dia beralasan sudah yakin akan pendapatnya dengan didasari oleh pemikiran hukum  dirinya mengaku telah menganalisis perkara tersebut secara Hukum yang dibahas dari pasal per pasal, dan Setya Novanto disini tidak perlu Menggugat Ke Pengadilan Internasional karena itu sia-sia saja.

 

“pengadilan internasional hanya mengadili Kejahatan Perang dan atau Genosida bukan Permasalahan Perseorangan” Pungkasnya.


BERITA LAINNYA:



BI Jabar Jamin Ketersedian Uang Saat Natal dan Tahun Baru Mencukupi
Pemprov Jabar Himbau Warga Ikuti Imunisasi ORI Difteri
Nilai Gizi dan Ekonomi Tinggi, Ikan Sidat Punya Potensi
Vaksin Indonesia Dibutuhkan di Banyak Negara Islam