120 Guru & Mahasiswa Ikuti Workshop Haiku

Pendidikan 00041X

BANDUNG – Sebanyak 120 guru dan mahasiswa mengikuti Workshop  Haiku yang digelar  Haikuku Indonesia, di Auditorium Rusada, Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Bandung, Sabtu(21/10). Kegiatan ini digelar bersamaan dengan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Presiden Haikuku Indonesia, Diro Aritonang, menuturkan, Workshop Haiku merupakan salah satu sumbangsih grup komunitas Haiku yang tergabung dalam grup Facebook Haikuku Indonesia dalam upaya pengutamaan bahasa Indonesia sebagai bahasa identitas nasioanal. “Karena pengutamaan bahasa Indonesia sebagai bahasa identitas nasioanal bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas seluruh bangsa Indonesia,” kata Diro, usai kegiatan.

Ia menyebutkan, kegiatan dalam mengisi Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia ini juga merupakan kepedulian komuniats tersebut terhadap pengembanagn bahasa dan sastra Indonesia dalam membina masyarakat, terutama guru dan mahasiswa calon guru. “Mereka lah yang akan memberikan pengetahuan kepada murid serta bertekad memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa yang ada,” ujar salah seorang penyair Indonesia yang mengembangkan Haiku di Inonesia ini.

Menurut pandangan dia, salah satu masalah yang tengah dihadapai dalam perkembanagn Bahasa Indonesia saat ini, antara lain penggunaan bahasa Indonesia yang cenderung tergerus oleh bahasa asing. “Namun begitu, bahasa Indonesia masih tetap memegang fungsinya sebagai sarana komunikasi yang menyatukan Indonesia,” katanya pula.

Salah seorang panitia workshop, Imas Utami Lokayanti, menyebutkan, dari 150 peserta yang terdaftar  hanya 30 rang yang tidak hadir mengikuti kegiatan ini.  Peserta terdiri atas guru dan mahasiswa se-Bandung Raya dan Kota Cimahi, serta beberapa daearah lain di Jawa Barat.

Sementara pemateri workshop yang dibuka oleh mantan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda, yang juga anggota Haikuku Indonesia ini, lanjut dia, terdiri atas, Supardiono Sobirin (pakar lingkungan), Yesmil Anwar (pakar dan dosen ilmu hukum), Chye Retti Isnandes (dosen), Sis Triadji (dosen dan dramawan). “Para pemateri juga anggota grup Haikuku Indonesia. Mereka menyampaikan materi seputar sejarah Haiku, teknis penulisannya, dan teknik membuat haiga (haiku bergambar),” ujarnya.

Tami mengungkapkan, Haiku merupakan salah satu karya sastra Jepang yang hidup sejak ratusan tahun lampau di negeri Matahari terbit itu. “Kini haiku bukan hanya berkembang di Indonesia, melainkan di beberapa negara Asia, Eropa, dan Amerika. Perlu saya sampaokan juga, anggota Haikuku Indonesia sekarang hamoir 15 ribu orang,” katanya.

Seorang peserta workshop, Ani Arlina, menuturkan, workshop yang brerlangsung sehari itu sangat bermanfaat untuk menambah wawasan bahasa kesusastraannya, terutama puisi yang terdiri atas 17 suku kata ini. “Dengan mengikuti waorkshop, Alhamdulillah saya mendapat pencerahan dan wawasan tentang Haiku,” ujar guru SMPN 4 Cimahi itu.(ak)
 


BERITA LAINNYA:



BI Jabar Jamin Ketersedian Uang Saat Natal dan Tahun Baru Mencukupi
Pemprov Jabar Himbau Warga Ikuti Imunisasi ORI Difteri
Nilai Gizi dan Ekonomi Tinggi, Ikan Sidat Punya Potensi
Vaksin Indonesia Dibutuhkan di Banyak Negara Islam