Demiz: Bentuk Relawan Mitigasi Tiap Kecamatan

Jabar 00024X

Bandung, -- Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar (Demiz) mengapresiasi penanggulangan cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar dibantu berbagai pihak termasuk relawan dalam menangani para korban bencana di Pangandaran.

"Terimaksih kepada semua pihak dan saya lihat luar biasa ini sangat cepat sekali penanganannya langsung hadir di tengah masyarakat yang terkena bencana," ujar Demiz kepada wartawan. Selasa (10/10)

Demiz juga mengucapkan duka yang mendalam bagi korban meninggal dunia dan luka-luka seraya menyerahkan bantuan logistik dari Pemprov Jabar yang diterima oleh kepada Wakil Bupati Pangandaran

"Ini sangat disayangkan bisa terjadi karena persoalan banjir yang sebetulnya bisa di deteksi dan dicegah," Ujarnya.

Demiz berharap kedepannya setiap Kecamatan khususnya di Pangandaran agar membentuk tim relawan mitigasi. Sebab menurutnya, bencana banjir dan longsor ini memang selalu terjadi setiap tahunnya di daerah tersebut.

"Saya kira setiap Kecamatan bisa membentuk relawan mitigasi karena kalau dilihat tadi ada tempat-tempat tertentu yang sudah jadi langganan hampir setiap tahun hanya debit airnya berkurang atau lebih tinggi. Ini bukan daerah baru yang kena bencana tetapi sekarang semakin meluas di tujuh Kecamatan," terangnya.

Dengan begitu Deddy memprediksi bencana yang merenggut nyawa 4 orang ini akibat ada kerusakan maupun alih fungsi lahan di hulu sungai.

"Artinya saya memprediksi ini ada kerusakan di hulu sungai yang harus juga segera dibenahi disamping tadi tim mitigasi bencana juga bisa bekerja lebih baik termasuk peringatan dini dari instansi terkait terhadap ancaman bencana," ucapnya.

Menurutnya, berbeda dengan bencana gempa yang sulit diprediksi terjadi, banjir lebih mudah diketahui gejalanya

"Ini bisa kita prediksi kalau itu banjir sebetulnya, kecuali gempa yang sulit diprediksi," terangnya.

Deddy berharap tidak ada lagi korban jiwa saat terjadi banjir karena sudah ada pemberitahuan awal. Termsuk juga korban areal lahan pertanian yang tergerus banjir sehingga gagal panen. Mengingat Jabar berkontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional.

"Jabar ini adalah Provinsi yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan sangat besar dan nomor satu, kalau ini tidak ditangani saya kira akan mengancam ketahanan pangan nasional," Pungkasnya.


BERITA LAINNYA:



Bantu Pengungsi Rohingya, DPU DT Kirimkan 15 Relawan
Petani Kopi Jawa Barat Antusias Ikuti Pelatihan Kewirausahaan
Jabar Resmi Bersaudara Dengan Wallonia, Belgia
Menginjak Usia 26 Tahun, PT Len Industri Terus Perbaiki Kinerja Perusahaan