Triwulan III 2017, Pertumbuhan Ekonomi di Jabar Masih Terjaga

Ekonomi 00061X

Bandung, -- Pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat (Jabar) pada triwulan III 2017 diprediksi tumbuh meningkat dibanding triwulan sebelumnya, dan tumbuh pada rentang 5,2 persen hingga 5,6 persen (yoy).

 

“Hasil survey Bank Indonesia mengindikasikan bahwa pertumbuhan di Jabar pada triwulan III 2017, di prediksi masih terjaga meski mengalami sedikit penurunan” Ujar Kepala Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Jabar, Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan dalam jumpa pers pertumbuhan ekonomi di Jabar. Senin (9/10)

Wiwiek mengatakan, faktor pendorong pertumbuhan tersebut diantaranya adalah kinerja pertanian, industri pengolahan, serta jasa jasa khususnya pendidikan. Namun demikan, ungkap wiwiek, secara keseluruhan tahun 2017 diperkirakan lebih rendah dari tahun sebelumnya.

“Di tahun 2017, relative tidak ada event besar pendorong seperti di tahun 2016, sehingga pada semester I 2017 sebesar 5,29 persen (ctc) lebih rendah di banding semester I 2016 sebesar 5,63 (ctc)” terangnya.

Dari sisi pengeluaran, sambung Wiwiek, konsumsi rumah tangga diperkirakan melambat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana masyarakat menahan ekspansi konsumsinya mengantisipasi uncertainty dalam perekonomian baik domestik maupun global.

“Untuk investasi diperkirakan tumbuh karena adanya penyelesaian berbagai proyek infrastruktur strategis yang ditargetkan beroperasi tahun 2018, seperti Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati” Ungkapnya.

Disinggung menganai stabilitas keuangan di Jabar, Wiwiek menegaskan ada penurunan resiko stabilitas keuangan. dimana pada bulan agustus 2017 terpantau menurun. Hal ini, sambungnya, tercermin dari membaiknya pertumbuhan kredit dan menurunnya resiko kredit.

“Pertumbuhan kredit lokasi proyek di Jabar meningkat dengan nominal Rp. 585,92 Triliun, dengan pertumbuhan 8,12 persen (yoy) setelah pada akhir tahun triwulan II 2017 yang hanya tumbuh sebesar 6,79 persen (yoy)” terangnya.

Wiwiek menambahkan, resiko kredit juga terlihat menurun, dimana dengan menurunnya rasio non performing loan (NPL).

“NPL menurun sebesar 3,53 persen dari akhir triwulan II 2017 sebesar 3,61 persen” Pungkasnya.


BERITA LAINNYA:



Pasar Mobil Bekas Berlualitas Masih Terbuka Lebar
Semua Masyarakat Harus Bisa Akses Layanan Kesehatan
Pemprov Jabar Hibahkan Enam Mobil & 100 Sepeda Motor ke Polda Metro Jaya
Optimisme Konsumen Jawa Barat Pada Desember 2017 Meningkat