Pengusaha Sentra Kaus Suci Optimis, Omset Kembali Naik di Tahun Politik

Ekonomi 00023X

Bandung, -- Dalam hitungan beberapa bulan ke depan, sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak akan dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia. Hal tersebut menjadi peluang tersendiri bagi para pelaku usaha, tidak terkecuali pelaku industri sablon dan kaus suci Bandung.

 

“Kami optimis pemesanan kaos pilkada 2018 meningkat. prediksi kami, pesanan bisa masuk sebanyak 1,34 juta peaces kaus atau setara dengan Rp.80 Miliar” Ujar ketua koperasi sentra kaus suci Bandung, Marnawi kepada wartawan. Kamis (5/10)

 

Optimisme ini, tegas marnawi, bukan tanpa alasan, tapi didasari oleh pengalaman. Terlebih lagi di tahun depan (2018) adalah tahun politik dengan dilaksanakannya pilkada tidak hanya di Jabar tapi juga di sejumlah wilayah Indonesia.

 

“Omset dari setiap pelaksanaan pilkada terus meningkat, tahun 2016 nilainya sebesar Rp. 60 Miliar naik jika dibandingkan pilkada sebelumnya dengan nilai omset Rp. 40 Miliar” Tutur marnawi.

 

Marnawi menambahkan, saat ini sudah ada beberapa partai politik maupun perorangan yang mencari informasi mengenai harga kaus. Biasanya, pemesanan mulai masuk saat memasuki tahapan pemilu dimana sudah ada kepastian nama dari calon yang akan diusung oleh partai politik dalam pilkada.

 

“Untuk daerah pemesanan, tidak hanya dari sejumlah wilayah di jabar, tapi juga dari luar jabar seperi dari Sumatra, kalimantan dan Sulawesi” Pungkasnya.Bandung, -- Dalam hitungan beberapa bulan ke depan, sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak akan dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia. Hal tersebut menjadi peluang tersendiri bagi para pelaku usaha, tidak terkecuali pelaku industri sablon dan kaus suci Bandung.

 

“Kami optimis pemesanan kaos pilkada 2018 meningkat. prediksi kami, pesanan bisa masuk sebanyak 1,34 juta peaces kaus atau setara dengan Rp.80 Miliar” Ujar ketua koperasi sentra kaus suci Bandung, Marnawi kepada wartawan. Kamis (5/10)

 

Optimisme ini, tegas marnawi, bukan tanpa alasan, tapi didasari oleh pengalaman. Terlebih lagi di tahun depan (2018) adalah tahun politik dengan dilaksanakannya pilkada tidak hanya di Jabar tapi juga di sejumlah wilayah Indonesia.

 

“Omset dari setiap pelaksanaan pilkada terus meningkat, tahun 2016 nilainya sebesar Rp. 60 Miliar naik jika dibandingkan pilkada sebelumnya dengan nilai omset Rp. 40 Miliar” Tutur marnawi.

 

Marnawi menambahkan, saat ini sudah ada beberapa partai politik maupun perorangan yang mencari informasi mengenai harga kaus. Biasanya, pemesanan mulai masuk saat memasuki tahapan pemilu dimana sudah ada kepastian nama dari calon yang akan diusung oleh partai politik dalam pilkada.

 

“Untuk daerah pemesanan, tidak hanya dari sejumlah wilayah di jabar, tapi juga dari luar jabar seperi dari Sumatra, kalimantan dan Sulawesi” Pungkasnya.


BERITA LAINNYA:



Bantu Pengungsi Rohingya, DPU DT Kirimkan 15 Relawan
Petani Kopi Jawa Barat Antusias Ikuti Pelatihan Kewirausahaan
Jabar Resmi Bersaudara Dengan Wallonia, Belgia
Menginjak Usia 26 Tahun, PT Len Industri Terus Perbaiki Kinerja Perusahaan