Ekspedisi Kemerdekaan Ranger STIE INABA, Kibarkan Bendera di Puncak Sejati

Pendidikan 00234X

Bandung, -- Gunung Raung yang berada dalam jajaran pegunungan ijen, merupakan salah satu gunung api aktif dan tertinggi di kawasan tersebut. Dengan ketinggian 3.344 mdpl, gunung ini memiliki karakteristik tersendiri dengan kaldera berbentuk lingkaran di puncaknya. Kaldera raung sendiri merupakan kaldera kering terbesar yang ada di pulau jawa dan kedua terbesar setelah Gunung Tambora.

Meski rute pendakian ke Gunung Raung merupakan salah satu rute tersulit di Indonesia, namun tidak menyurutkan semanagat tiga mahasiswi asal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Inaba yang tergabung dalam kelompok mahasiswa pecinta alam Ranger STIE Inaba untuk menjejakan kaki di atas puncak sejati.

Mereka adalah Nia Listiantini, Meila Chyntiana K dan Yayu Yuliana dengan semangat menularkan konservasi lingkungan memulai ekspedisi kemerdekaan 2017 selama 11 hari mulai dari 7 agustus hingga 17 Agustus 2017 dengan diawali mengikuti jambore hari konservasi alam nasional ke – 7 di taman nasional Baluran. Ketiganya di damping oleh dua senior di Ranger yakni Sri midarita dan fahmi fahrudin serta di bawah bimbingan dedi kurniawan yang juga sebagai ketua forum komunikasi kader konservasi indonesia (FK3I)

“Kami bersyukur karena mendapatkan pengalaman dan pengetahuan penting. Dimana pengetahuan ini menjadi bekal kami dalam melakukan pendakian ke Gunung Raung” Ungkap Ketua Tim Ekspedisi Nia Listiantini kepada wartawan saat di temui sesuai ekspedisi di kampus STIE Inaba Bandung. Minggu (20/8)

Nia mengatakan, untuk pendakiannya sendiri memerlukan waktu selama 4 hari 3 malam. Karena rute pendakian yang cukup sulit serta minimnya sumber mata air, sehingga harus dipersiapkan secara matang.

“tantangan utama dalam pendakian ini adalah keterbatasan sumber air, sehingga kami harus membawa 7 liter air dari bawah” Terangnya.

Meski sempat di terpa badai angin saat di pos 9, imbuhnya, sehingga rencana naik ke puncak sejati pada pukul 5 pagi harus di urungkan menunggu kondisi alam kembali memungkinkan. Baru sekitar pukul 8 pagi, ujarnya, kondisi alam mulai membaik dan pendakian ke puncak sejatipun dilanjutkan kembali. Namun karena tidak memungkingkan maka tim yang melakukan pendakian ke puncak sejati tiga orang sedangkan dua orang lagi kembali ke pos sebelumnya.

“Karena kondisi yang tidak memungkinkan, maka yuyu dan meila tidak meneruskan pendakian dan memutuskan untuk menunggu di pos sebelumnya, saya bersama dengan Sri midarita dan fahmi fahrudin meneruskan pendakian dan berhasil sampai ke puncak” ujarnya.

Nia menambahkan, setelah melalui sejumlah kendala dan perjuangan pantang menyerah maka akhirnya bisa sampai di puncak sajati dan mengibarkan bendara ranger STIE Inaba.

“Sebagai tim kami bersyukur mencapai puncak dan tentunya makna dari ekspedisi ini lebih besar tidak hanya semata pendakian tapi juga bagaimana menularkan semangat konservasi lingkungan secara luas ke masyarakat” Pungkasnya.


BERITA LAINNYA:



Kebun Binatang Bandung, Lepasliarkan 40 Ekor Burung Jalak Kebo
Donasi Bike to Cook 2017, Dirikan Saung Baca Untuk Warga Cijaringao
KPID Jabar Anugerahi Gubernur Aher Kepala Daerah Peduli Penyiaran
Pemprov Jabar Gelontorkan Ratusan Milyar Untuk Program Sanitasi