Ceu Popong : Persatuan dan Kesatuan Adalah Nyawa Suatu Bangsa

Politik 00077X

Bandung,-- Indonesia, dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika memiliki arti berbeda beda namun tetap satu. Hal ini dikarenakan saat Indonesia diproklamasikan tanggal 17 agustus 1945, bahan bakunya terdiri dari 400 suku bangsa, 759 bahasa daerah, sekian agama dan sekian ratus filosofi lokal dan itu adalah bahan bakunya, suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju hal tersebut harus diterima. ungkapkan Anggota DPR RI, Popong Otje Djundjunan atau akrap disapa Ceu Popong di sela sela sosialisasi empat pilar kebangsaan dan Halal Bi Halal Forum Pembauran Kebangsaan di BCC Bandung.

 

“ Oleh karena itu para pendiri negara kita yang jumlahnya 9 orang, mendirikan negara kesatuan Republik Indonesia yang berideologi pancasila, bukan mendirikan negara komunis, bukan negara agama dan bukan pula negara liberal, dan itu adalah amanat” Tegas politisi senior dari partai Golkar tersebut kepada wartawan di sela sela acara. Kamis (20/7).

 

Karena amanat, tegas ceu popong, maka harus dilaksanakan, karena berdosa jika tidak dilaksanakan. Ada empat yang diamanatkan kepada para generasi penerus pengisi kepemerdekaan ini yaitu lindungi bansamu, sejahterakan bangsamu, cerdaskan bangsamu, dan pelihara perdamaian dunia.

 

“Nah itu amanah yang wajib dilaksanakan. Siapa yang harus melaksankan amanat itu, ya kita sebagai pengisi kemerdekaan dan mengisi dengan empat amanat amanat tersebut” Terang Ceu Popong.

 

Lebih jauh ceu popong mengatakan, jika ada yang mengatakan bahwa (amanat) itu adalah tugas dari president, itu adalah tugas dari mentri, jawabannya bukan , karena semua memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan. Sesuai dengan apa dan siapa kita. Misalnya, ceu popong mencontohkan, seorang anggota DPR, maka jadilah anggota DPR yang baik, jangan malas, jangan terkena KPK. Jika tidak bisa artinya belum bisa mengisi kemerdekaan ini dengan baik, begitupun dengan profesi lainnya.

 

“Nyawa dari suatu bangsa adalah persatuan dan kesatuan, apakah itu terdari dari sekian banyak agama, sekian ratus suku bangsa, terdiri dari sekian ratus filosofi daerah namun hal itu tidak menjadi suatu masalah, kalau kita memiliki persepsi (persatuan dan kesatuan) yang sama” Pungkasnya.


BERITA LAINNYA:



Kebun Binatang Bandung, Lepasliarkan 40 Ekor Burung Jalak Kebo
Donasi Bike to Cook 2017, Dirikan Saung Baca Untuk Warga Cijaringao
KPID Jabar Anugerahi Gubernur Aher Kepala Daerah Peduli Penyiaran
Pemprov Jabar Gelontorkan Ratusan Milyar Untuk Program Sanitasi