Perjuangkan Hak, Warga Kebun Jeruk Gelar Aksi di Kantor PT KAI

Hukum 00570X

Bandung--Komite warga Kebon Jeruk bersama puluhan mahasiswa menuntut haknya melalui aksi yang digelar di depan kantor PT. KAI Daop 2, Rabu (19/7). Aksi ini terjadi karena dugaan  tindakan mal hukum dan intimidasi dari PT. KAI kepada warga Kebon Jeruk.

Salah seorang perwakilan warga Kebon Jeruk, Hamidi mengatakan, pada 31 Mei lalu, PT. KAI telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum saat melakukan penggusuran pada warga kebon jeruk berdasarkan putusan pengadilan negeri Bandung no. 380/PDT.G/2016/PN.BDG.

Ia menjelaskan bagaimana tindakan staff PT KAI yang dikawal oleh Polsuska yang tidak berdasar pada hukum dalam melayangkan surat peringatan kepada warga kebon jeruk dan akan menggusur paksa warga kebon jeruk. "waktu ngasih suratnya, sama sekali tidak ada sopan santunnya. Suratnya dilempar begitu saja lalu staffnya langsung lari," ujarnya.

Hamidi melanjutkan bahwa warga dalam aksi ini hanya menuntut keadilan dan hak mereka yang direbut oleh PT. KAI. "cuma minta PT. KAI jangan ganggu warga kebon jeruk lagi karena kami disini selalu membayar PBB secara rutin, dan jangan melakukan intimidasi lagi ke warga kebon jeruk,". Lanjutnya.

Dalam aksi tersebut, massa aksi meminta Kepala PT. KAI Daop 2, Eman Sulaeman untuk turun dari jabatannya. Sementara itu, perwakilan pihak PT. KAI, Yudi, belum bisa memberikan keterangan pasti terkait masalah ini. "saya belum tau, yang bersangkutan sedang tidak ada di tempat, jadi kami belum bisa memastikan," ujarnya saat menghampiri massa aksi.

Kejadian penggusuran ini tidak hanya terjadi pada warga Kebon jeruk Bandung. Tapi terjadi juga di stasiun Yogyakarta dan Manggarai. (Zaira/Zantina)


BERITA LAINNYA:



BI Jabar Jamin Ketersedian Uang Saat Natal dan Tahun Baru Mencukupi
Pemprov Jabar Himbau Warga Ikuti Imunisasi ORI Difteri
Nilai Gizi dan Ekonomi Tinggi, Ikan Sidat Punya Potensi
Vaksin Indonesia Dibutuhkan di Banyak Negara Islam