Cegah Faham Radikal, Unpad Deklarasi Antiradikalisme

Hukum 00083X

BANDUNG—Universitas Padjajaran menjadi tuan rumah dalam Deklarasi Anti Radikalisme yang digelar pada Jum’at, (14/7) di Aula Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjaran. Deklarasi ini turut dihadiri oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, anggota DPR RI dan DPRD Jawa Barat, dan 44 PTN dan PTS se-Jawa Barat.

Deklarasi anti radikalisme ini bertujuan untuk mencegah penyebaran paham radikal di dalam Universitas.  Menurut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir, Universitas adalah tempat yang berpotensi tinggi dalam penyebaran paham radikal. Banyaknya kegiatan seperti diskusi dalam kampus bisa jadi rawan penyebaran paham radikal.

“Semua jenis diskusi diserahkan pada Rektor Universitas sendiri, karena kampus adalah tempat berkumpulnya anak muda, kampus adalah tempat untuk pengembangan ilmu pengetahuan, kampus juga merupakan tempatnya masyarakat ilmiah, sehingga masalah penyebaran radikalisme di kampus ini punya potensi yang besar,” ujarnya.

Rektor Institut Pertanian Bogor, Prof. Herry Suhardiyanto menambahkan jika civitas kampus sudah paham dengan cara mengamalkan agamanya masing-masing dan paham makna dari bhineka tunggal ika maka paham radikal bisa diredam. “kalau civitas kampus sudah memiliki pemahaman yang benar tentang beragama dan bernegara, maka tidak akan muncul paham radikal dari kampus,” tambahnya.

Pembacaan Deklarasi Anti Radikalisme dari Perguruan Tinggi Se-Jawa Barat oleh Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Een Herdiani dan diakhiri oleh penandatanganan deklarasi serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.(Triana/Zantina)


BERITA LAINNYA:



BI Jabar Jamin Ketersedian Uang Saat Natal dan Tahun Baru Mencukupi
Pemprov Jabar Himbau Warga Ikuti Imunisasi ORI Difteri
Nilai Gizi dan Ekonomi Tinggi, Ikan Sidat Punya Potensi
Vaksin Indonesia Dibutuhkan di Banyak Negara Islam