KSO Len-INTI Pelaksana Proyek Persinyalan Jalur Ganda Prabumulih Kertapati

Ekonomi 00097X

Bandung, -- Salah satu unsur pendukung dari percepatan pertumbuhan perekonomian adalah infrastruktur transportasi yang baik. Salah satunya adalah moda transportasi kereta api yang saat ini tidak saja sebagai sarana angkutan penumpang tapi juga sebagai sarana angkutan industri.

“Industri perkeretaapian di Indonesia saat ini sedang berkembang pesat selain sebagai angkutan penumpang masal pada umumnya namun juga sebagai angkutan bahan industri, sehingga dapat membantu pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya provinsi sumatera selatan dengan industri batubara yang merupakan salah satu lini bisnis yang menjanjikan di kota tersebut” ungkap manager komunikasi korporasi PT. Len Industri Donny Gunawan dalam keterangan resminya. Jumat (19/5).

Lebih jauh dia mengatakan, Untuk meningkatkan kapasitas perkeretaapian nasional tersebut, Len menbentuk kerjasama berupa Sinergi BUMN antar BUMN maupun antara BUMN dengan anak perusahaan BUMN yaitu dengan penandatangan kontrak pekerjaan antara Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Selatan, Kementerian Perhubungan dengan Kontraktor KSO antara PT. Len Railway Systems (LRS) yang merupakan anak perusahaan PT. Len Industri (Persero) dengan PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero).

“Terbentuknya KSO LRS dan INTI menjadi sinergi yang akan bahu membahu untuk mengerjakan pekerjaan “Modifikasi Persinyalan Elektrik Jalur Ganda Di Stasiun Prabumulih dan Stasiun Kertapati Lintas Prabumulih – Kertapati” dengan nilai total sebesar Rp. 57 milyar.” Tegasnya.

Dengan Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan Double Track diharapkan dapat meningkatkan kapasitas lintas angkutan batubara, imbuhnya, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas lintas angkutan batubara mengingat Lintas Kertapati – Prabumulih merupakan salah satu lintas tersibuk untuk akomodasi angkutan penumpang yang menghubungkan antara provinsi Sumatera selatan dengan provinsi Jambi dan provinsi Lampung.

“Lintas Tarahan – Kertapati ini, salah satu fungsinya adalah sebagai upaya pencapaian target angkutan batubara 20 juta ton pertahun. Sehingga dengan adanya sinergi BUMN ini dapat membantu meningkatkan kapasitas nasional dalam pembangunan industri perkeretaapian” Pungkasnya


BERITA LAINNYA:



Kebun Binatang Bandung, Lepasliarkan 40 Ekor Burung Jalak Kebo
Donasi Bike to Cook 2017, Dirikan Saung Baca Untuk Warga Cijaringao
KPID Jabar Anugerahi Gubernur Aher Kepala Daerah Peduli Penyiaran
Pemprov Jabar Gelontorkan Ratusan Milyar Untuk Program Sanitasi