11 Satwa Liar Dilindungi dan Bayi Harimau Benggala diamankan BBKSDA Jawa Barat

Peristiwa 00134X

BANDUNG, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas laporan masyarakat kembali melakukan penertiban dan evakuasi terhadap 11 satwa liar dilindungi pada 1 Mei 2017 kemarin. Kesebelas satwa liar dilindungi tersebut diamankan dari rumah seorang warga bernama Alshad Kautsar Ahmad yang berdomisili di kawasan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, antara lain 7 ekor Merak Hijau (Pavo muticus), 1 ekor Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis), 1 ekor Kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea), dan sepasang Kakatua Putih Besar Jambul Kuning (Cacatua galerita).

 

Kepala BBKSDA Jawa Barat - Kementerian LHK, Sustyo Iriono, saat jumpa pers sore tadi mengatakan, kesebelas satwa yang diamankan tersebut masuk dalam kategori satwa liar dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Sustyo menjelaskan, penertiban dan evakuasi dilakukan atas informasi masyarakat yang menonton tayangan “Janji Suci” yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta nasional pada tanggal 30 April 2017 pukul 16.00 – 16.30 WIB. “Sebagaimana yang menjadi viral di media sosial, saya respon cepat informasi tersebut dan langsung instruksikan tim gugus tugas persis pukul 2 untuk langsung melakukan pengecekan ke rumah bersangkutan sesuai informasi”, tegas Sustyo.

 

Selain kesebelas satwa liar dilindungi, tim gugus tugas evakuasi dan penyelamatan satwa liar juga menemukan seekor Harimau Benggala yang tidak dilindungi undang-undang. “Harimau Benggala ini sebenarnya tidak dilindungi, untuk hewan ini kebetulan ada dokumennya, tapi saya tetap akan lakukan penyelidikan untuk izin tangkarnya”, tambah Sustyo.  Harimau Benggala yang ditemukan di lokasi merupakan satwa hasil penangkaran yang dititipkan kepada Alshad Kautsar Ahmad dari penangkar asal Tangerang Selatan berinisial MH. Saat ini, harimau tersebut masih dititiprawatkan di lokasi kejadian dengan pertimbangan bahwa umur satwa masih bayi dan sambil menunggu validasi data.

 

Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat Kementerian LHK, Sustyo Iriyono, menyayangkan kejadian penayangan satwa liar dilindungi ini karena di tengah gencarnya upaya yang dilakukan oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat didukung berbagai media dalam mengkampanyekan pentingnya pelestarian dan penyelamatan satwa liar dilindungi, salah satu tayangan di televisi malah menayangkan hal sebaliknya yang berpotensi menginspirasi masyarakat untuk memiliki atau memelihara satwa liar dilindungi. Sustyo mengajak seluruh awak media, baik cetak maupun elektronik agar bersama-sama gencar mengkampanyekan pelestarian dan penyelamatan satwa liar dilindungi tersebut kepada masyarakat secara luas.  

 

Berdasarkan hasil pengamatan secara empiris, seluruh satwa berada dalam keadaan sehat dan tidak memerlukan tindakan medis apapun. Namun, pengecekan secara klinis oleh ahlinya tetap perlu dilakukan. Rencananya satwa hasil penyerahan tersebut akan dititiprawatkan pada Taman Safari Indonesia (TSI) untuk dilaksanakan identifikasi lebih lanjut dan diseleksi untuk kelayakan pelepasliaran. ALN

 


BERITA LAINNYA:



15 Kabupaten/ Kota di Jabar, Masuk Ketegori Layak Anak
Laskar Naga Bonar Dukung Demiz Maju Dalam Pilgub 2018
DPD PKS Kota Bandung, Mulai Panaskan Mesin Politik
600 Ribu Sarjana Indonesia Menganggur