Amblesan Tanah di Km 110, Tidak Gangu Perjalanan KA

Peristiwa 00110X

Bandung, -- Musim hujan dengan intensitas sedang dan tinggi yang terjadi di sejumlah wilayah di jabar, berpotensi menimbulkan terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor atau pergeseran tanah. Potensi kerawanan bencana itupun kerap mengancam sejumlah jalur transportasi seperti yang terjadi pada jalur kereta api antara statsiun ciganea – sukatani yang mengalami tanah amblas sedalam 5 Cm.

Pihak Daerah opeasi (daop) 2 Bandung, tidak menampik adanya kejadian yang terjadi pada hari minggu (12/3) tersebut, namun hal itu bisa langsung diatasi.

“Memang benar, telah terjadi amblesan tanah turun di Km 110 antara statsiun ciganea – sukatani sedalam 5 cm, namun hal itu langsung terdeteksi oleh petugas posko dan langsung kami tangani sehingga tidak ada perjalanan kereta yang terganggu” Tegas Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus kepada wartawan. Senin (13/2).

Ia mengatakan, saat ini sudah dilakukan penanganan, dan sambil menunggu normalisasi tanah yang amblas, maka semua ka yang melewati lokasi tersebut di beri semboyan pembatasan kecepatan 20 km/jam.

“Dalam kondisi normal, di wilayah tersebut KA berjalan dengan kecepatan 55 Km/Jam” terangnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk menghadapi musim penghujan seperti sekarang ini, pihaknya sudah dari jauh jauh hari melaksanakan program gerakan memeriksa, merawat dan memperbaiki prasarana (gembar). Hal ini, ungkapnya, untuk mengantisipasi terjadinya pergerakan tanah di sejumlah titik rawan. Gempar ini, jelas dia, dilakukan oleh tim flaying gang atau regu siaga yang berjaga selam 24 jam.

“regu siaga ini, disiapkan untuk bergerak cepat dalam menangani ganguan yang terjadi di lintas yang disebabkan oleh alam” Ujarnya.

Ia menambahkan, di wilayah daop 2 bandung ada sejumlah daerah yang rawan akan pergeseran tanah, seperti di Km 110 antara statsiun ciganea – sukatani dan Km 99 purwakarta cibungur, sehingga di wilayah tersebut telah disiapkan pos siaga.

“secara rutin, kami melaksankan gempar, tiga kali dalam sepekan. Dengan mengecek mulai dari jalur rel, jembatan, persinyalan hingga pemeriksaan terowongan, dengan harapan upaya ini mampu menciptakan kondisi operasi perkereta apaian yang zero accident” Pungkasnya.


BERITA LAINNYA:



Sinergi DPU DT dan Karang Taruna Jabar, Galang Donasi Untuk Rohingya
'Humanity of World Moslem', Aksi Kemanusiaan DPU DT
Pesan Khusus Ceu Popong Dalam Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan
Kolaborasi Pemprov Jabar Dan RZ Peduli Rohingya