Henry Yosodiningrat : Tembak Ditempat Bagi Pengedar Narkoba

Hukum 00156X

Bandung, -- Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukan saat ini di indonesia terdapat 4,030 juta orang pengguna narkoba. Jumlah itu terus bertambah setiap tahunnya sehingga tidaklah berlebihan jika BNN menyatakan Indonesia dalan darurat narkoba.

Saat dimintai pendapatnya mengenai hal itu, Henry Yosodiningrat Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) menyatakan, status darurat narkoba di Indonesia menjadi tantangan bagi generasi bangsa, begitupun dengan Granat.

“Selama 17 tahun kami menjaga eksistensi memerangi segala bentuk narkoba di Indonesia” Tegasnya saat di temui di Kota Bandung dalam acara Rakernas II Granat belum lama ini.

Ia menilai, peredaran narkoba dikalangan masyarakat sudah massif, sehingga masyarakat jangan ragu untuk memerangi kejahatan jaringan narkotika yang saat ini sudah semakin menghawatirkan.

“selain mencegah peredaran narkoba dikalangan masyarakat, kami juga bekerja secara sistematis untuk mencegah dan memberantas zat aditif lainnya yang sering disalah gunakan seperti (menghisap) lem dan jamur (yang tumbuh dari kotoran ternak.)” Tuturnya.

Terkait dengan sanksi tembak ditempat bagi pengedar narkoba, dengan tegas ia menyatakan, para pelaku pengedar narkoba untuk di berikan sanksi tembak ditempat.

“Indonesia perlu terobosan baru yang dilakukan oleh pemerintah dan aparat, (sehingga) saya usulkan semua sindikat pengedar narkoba di tembak di tempat.” Tegasnya.

Ia menambahkan, untuk menekan peredaran narkoba saat ini granat sudah membentuk satgas di provinsi lampung dan menyusul di Provinsi Banten.

“Lampung adalah pintu masuk ke wilayah Sumatra, sedangkan banten adalah pintu masuk ke jawa. Sehingga kita harus bersinergi dalam memberantas narkoba demi generasi muda Indonesia.” Pungkansya. 


BERITA LAINNYA:



15 Kabupaten/ Kota di Jabar, Masuk Ketegori Layak Anak
Laskar Naga Bonar Dukung Demiz Maju Dalam Pilgub 2018
DPD PKS Kota Bandung, Mulai Panaskan Mesin Politik
600 Ribu Sarjana Indonesia Menganggur