Sengketa Tambang Emas, PT Paramindo Rugi US$ 15 Juta.

Hukum 00188X

Jakarta, -- Terkait dengan investasi pertambangan emas di wilayah kabupaten cianjur, Jawa Barat. Perusahaan Pertambangan PT Paramindo, yang berbasis di Australia mengalami kerugian hingga belasan juta dolar amerika serikat.

Tambang yang berada di desa Karya Mukti, Kabupaten Cianjur Jawa Barat tersebut disebut sebut memilki potensi kekayaan emas hingga ribuan ons.

Kuasa hukum PT. Paramindo, Henry Dunant Simanjuntak mengatakan, kliennya telah melakukan pembelian kepemilikan saham PT Cikondang Kancana Prima (CKP) sebesar US$ 4,750 juta. Ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (31/10).

Ia menyatakan, Kliennya akan membayarkan sisanya setelah setelah pemilik saham PT CKP sebelumnya, menyelesaikan pengesahan badan hukum PT CKP di kementrian Hukum dan HAM, serta penyelesaian amdal pertambangan, sebagai mana tertuang dalam perjanjian jual beli yang telah ditandatangai bersama.

“Namun ketika klien kami hendak melakukan pengesahan seluruh peralihan jual beli saham, ke kementrian Hukum dan Ham sesuai dengan perundangan yang berlaku. Ternyata 85% di PT CKP tersebut bukan milik PT Paramindo, tetapi dimiliki oleh PT. Makuta Rajni Pradipta dan PT Sinergi Pratama Mulia.” Tuturnya.

Lebih jauh ia mengatakan, atas upaya merekayasa kejahatan, menghilangkan hak PT Paramindo atas PT CKC. Kami melaporkan pemilik PT CKP sebelumnya yaitu Koswara Sasmitapura, Rozik Boedioro Soetjipto dan Prianda ke Pengadilan Negri (PN) Jawa Barat atas perbuatan melawan hukum. Namun, Imbuhnya, mereka kemudian melaporkan PT Paramindo ke Arbitrase Internasional di Singapura.

“Kita yang dirugikan, kita yang ditipu, tapi malah kita yang dilaporkan ke pengadila arbitrase Internasional. Kita siap saja, dan Besok (selasa, 1/11) akan sidang di Pengadilan Negri.” Tegasnya.

Ia menambahkan, klient kami selain sudah mengeluarkan uang untuk membayar seharga saham, juga sudah melakukan kegiatan JORC, Survei awal untuk mendapatkan gambaran cadangan dan potensi dengan biaya yang tidak murah, selain itu juga harus mengeluarkan biaya kegiatan amdal yang dilakukan oleh PT. Mineralindo Sukses Mandiri.

“Biaya yang sudah dikeluarkan termasuk pembelian saham, sekitar US$ 15 juta. Pungkasnya


BERITA LAINNYA:



BNNP Jabar Musnahkan Ratusan Batang Teh Arab
Tiga Langkah Strategi BI Jabar Kendalikan Inflasi Ramadhan 2017
Jabar Raih Predikat Provinsi dengan Kinerja Terbaik
Tingkatkan Pelayanan, Pertamina Hadirkan SPBU Pasti Prima di Kota Bandung