NEWS

Multaqo Ulama dan Habaib se-Jabar Hasilkan 9 Pernyataan Sikap

Agus WarsudiMultaqo Ulama dan Habaib se-Jabar Hasilkan 9 Pernyataan Sikap
Ketua MUI Jabar Rachmat Syefei (tengah) bersama sejumlah ulama dan habaib di acara multaqo. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG – Multaqo Ulama, Habaib dan Pimpinan Pondok Pesantren se-Jabar bertema Demi Indonesia Damai yang digelar di Malibu Dome Convention Hall, Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung Rabu (15/5/2019) menghasilkan sembilan pernyataan sikap terkait Indonesia pasca-Pemilu 2019.

Keembilan pernyataan sikap itu ditandatangani Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar KH Rachmat Syafei, Sekretaris MUI Jabar HM Rafani Akhyar dan ditandatangani oleh ulama, perwakilan habaib, dan pimpinan pondok pesantren.

Perwakilan forum pimpinan pondok pesantren Jabar antara lain, Edi Komarudin, cendekiawan muslim Prof Dr Rosihon Anwar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Jati, perwakilan NU Jabar diteken KH Asep Syarifudin, perwakilan Muhammadiyah diteken H Syuhada, perwakilan Mathlaul Anwar Jabar diteken KH Yayan Hasunahudaya, Persis Jabar hingga Da’i Kamtibmas Jabar dan Ketua Forum Pondok Pesantren diteken Edi Komarudin.

Berikut sembilan poin pernyataan sikap ulama, habaib, dan pimpinan ponpes se-Jabar:

1. Umat Islam agar memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk mencapai ketakwaan sempurna, meningkatkan taqarrub kepada Allah dan senantiasa berdoa untuk bangsa dan negara agar tetap kondusif.

2. Mempererat silaturahmi antarsesama anak bangsa, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwan basyariah, menjauhi saling fitnah, pertengkaran, perpecahan dan tindakan tercela lainnya serta terus saling memaafkan satu sama lain.

3. Terus meneguhkan komitmen kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI karena iu semua sudah berjalan sesuai ajaran Islam yang kita anut.

4. Berkomitmen menjaga stabilitas keamanan, perdamaian dan situasi yang kondusif dengan mengedepankan persamaan sebagai umat manusia yang saling bersaudara satu sama lain dan tidak mempertajam perbedaan yang bersifat kontra produktif.

5. Menghindari segala bentuk provokasi, fitnah, dan kekerasan selama dan sesudah bulan Ramadhan.

6. Menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku di seluruh NKRI, sebagai pengejawantahan hubungan yang konstruktif dan penuh rasa hormat kepada pemerintahan yang sah karena hal ini sangat jelas diajarkan dalam Islam yang kita anut.

7. Tidak terpancing untuk melakukan aksi inkonstitusional baik langsung dan tidak langsung karena tindakan inkonstitusional bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarah kepada tindakan bughat atau memberontak.

8. Saling fastabiqul khairot guna meningkatkan ekonomi umat agar dapat turut aktif dalam mengenaskan kemiskinan, mengatasi ketimpangan berbagai hal serta mengejar ketertinggalan terhadap penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

9. Melakukan sosialisasi terhadap hasil multaqo ini pada berbagai forum secara berkelanjutan, agar tercipta sinergitas antar ulama, habaib, pimpinan pondok pesantren dan cendekiawan muslim bersama seluruh umat Islam.

(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)

sindonews.com

Show More

Related Articles

Close
Close