NEWS

Wali Kota Bogor Tolak Penghapusan IMB dan Amdal, Ini Alasannya : Okezone Economy

JAKARTA – Wacana penghapusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) ditolak oleh beberapa pemerintah daerah. Salah satunya Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Menurut Bima, alasan mengapa dirinya tidak setuju karena tidak semua aspek yang ada di dalam IMB dan Amdal bisa dimasukan ke dalam Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR). Ditambah lagi, belum semua daerah memiliki RDTR.

Baca Juga: Investasi Masih Banyak Terhambat, Begini Penjelasan Sofyan Djalil

“Kalau pertanyaannya setuju atau enggak jawaban saya tidak setuju. Apakah bisa diatur lewat RDTR? Bisa iya, bisa enggak,” ujarnnya dalam sebuah diskusi di Kantor Kementerian ATR, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Namun bukan berarti dirinya tidak mendukung visi dan misi dari Presiden Joko Widodo untuk menarik sebanyak-banyaknnya investasi. Justru dirinya ingin agar kebijakan menarik investasi ini baik untuk semua pihak baik dari sisi investor juga masyarakat.

Jangan sampai, investasi yang datang justru membuat kenyamanan masyarakat untuk tinggal terganggu. Oleh sebab itu, untuk mengatur kenyamanan tersebut masih diperlukan IMB dan Amdal.

“Meningkatkan investasi setuju yes. Apakah memudahkan. Investasi satu satunya yang kita kejar? Jangan sampai mengorbankan kemana dan menikmati ruang terbuka barangkali tidak sesederhana itu,” jelasnnya.

Baca Juga: IMB dan Amdal Bakal Dihapus, Ini yang Dilakukan Sofyan Djalil

Saat ini, lanjut Bima, meskipun sudah ada IMB dan Amdal, masih banyak yang melanggar aturan. Untuk di Kota Bogor sendiri masih sering ditemukan tiba-tiba berdiri bangunan bertingkat 17 lantai yang tidak sesuai izin IMB dan Amdal.

“Persoalannya 500 kota di Indonesia tata ruang berantakan. Lautan ruko, PKL, pembangunan yang tidak berpihak kepada kebebasan. Kenapa itu terjadi, perencanaan tidak didukung dengan satu sistematis,” ucapnya.

Oleh karena itu, yang harus diperbaiki untuk mendukung menarik investasi mempermudah dan memangkas proses perizinan ini. Sebagai salah satu contohnya adalah yang dilakukan oleh dirinya dengan memangkas pengeluaran IMB menjadi 14 hari saja.

“Pemberian izin kebanyakan karena economic interest dan politik interest. Kenapa terjadi? Kelemahan dalam perencanaan dan pengawasan,” ucapnya.

Okezone

Show More

Related Articles

Close
Close