NEWS

Mengapa Ada Orang Berpikiran untuk Menyewa Pembunuh Bayaran? : Okezone Nasional

JAKARTA – Kasus pembunuhan dengan menggunakan pembunuh bayaran memang tersorot kembali sejak kasus Aulia Kusuma yang menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi suami beserta anak tirinya.

Menurut pakar kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Josias Simon seseorang menggunakan pembunuh bayaran dikarenakan tidak bisa menyelesaikan aksi tersebut dengan kemampuannya sendiri.

Maka, dia memilih untuk menggunakan pembunuh bayaran. Namun menurut Josias, tidak semua orang mampu memakai jasa tersebut. Pasalnya, jika ingin melakukan itu harus berbanding lurus dengan kemampuan finansial dari setiap orang.

“Karena dengan pembunuh bayaran, tidak hanya berdasarkan keinginan ya, tapi juga kurangnya bukti jejaknya tidak terdeteksi. Itu kan sebenarnya maksud dari menggunakan pembunuh bayaran,” ujar Josias kepada Okezone.

Oleh karena itu, lanjut Josias, seseorang menggunakan pembunuh bayaran selain karena tidak bisa melakukan, namun dilatarbelakangi juga dengan masalah yang dengan mudah diselesaikan.

“Makanya kejahatan itu berkembang seiring dengan dinamika masyarakatnya. Termasuk pembunuh bayaran,” terangnya.

Josias pun menjelaskan kalau menemukan pembunuh bayaran bukanlah hal yang mudah dilakukan. Harus terdapat kesepakatan antara permintaan dan penawaran yang disetujui oleh kedua belah pihak, maka pembunuh bayaran bisa melakukan aksinya.

“Tapi kan mencari pembunuh bayaran tidak mudah, jadi itu demand dan supply. Pada saat ada demand, pembunuh bayaran cukup berkembang. Karenakan tergantung bayarannya. Yang penting supply dan demandnya tinggi, pembunuh bayaran itu berkembang,” terang Josias.

Kendati demikian, Josias tidak bisa memprediksi berapa besaran atau kisaran penawaran uang yang ditawarkan terhadap penyewa tersebut kepada pembuh bayaran untuk melakukan aksinya.

Josian menyebutkan bahwa harga untuk menyewa seorang pembunuh bayaran sangat situasional, yakni bergantung pada siapa target yang akan dibunuh, berapa lama kira-kira dilakukannya aksi, dan juga tingkat kesulitannya.

“Kalau ada kesepakatan, itu lah titik harganya. Nah itu kan kalau ditanya berapanya saya enggak tahu, terhantung merekanya, karena sangat situasional banget itu tentang harga, tergantung targetnya, berapa lamanya, kemudian tingkat kesulitan dan segala macam,” ungkapnya.

Okezone

Show More

Related Articles

Close
Close